Banyaknya distro linux dengan bermacam-macam keistimewaannya membuat kita ingin mencoba banyak distro selain ubuntu. Bahkan mendorong kita untuk menanam distro lain di samping ubuntu. Maka jadilah dual booting antara distro linux yang satu dengan lainnya.
Di antara banyak distro linux yang menarik perhatian adalah Puppy Linux. Menarik perhatian karena ukurannya yang sangat kecil, hanya sekitar 125MB saja. Yang dengan ukuran kecil ini tentu saja bisa dipasang pada komputer-komputer jadul. Bahkan sangat mudah jika kita mau menjadikannya booting dengan usb flashdisk, hanya saja bukan di sini pembahasannya. Salah satu tentangnya sudah di bahas di sini.
Pada artikel ini, kita akan mencoba menjadikan puppy linux sebagai distro sampingan bersama ubuntu yang telah kita pasang. Artinya, ketika kita booting komputer, kita bisa milih untuk masuk ubuntu atau puppy linux.
Tampilkan postingan dengan label linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label linux. Tampilkan semua postingan
Senin, 05 Desember 2011
Minggu, 04 Desember 2011
Menghapus Kernel Lama
Jika UBUNTU kita sering update, tentu saja kernel linux kita pun selalu berganti sesuai dengan update yang kita lakukan. Nah, ketika update ubuntu kita lakukan, kernel yang lama tidak otomatis terhapus, alias masih ada mendekam di harddisk kita yang tentu jika terus diupdate akan terus menumpuk jika tidak dihapus. Artinya, dengan menghapus kernel lama yang tidak digunakan itu kita bisa mendapatkan space disk komputer kita agak sedikit longgar.
Untuk menghapus kernel yang lama ini bisa kita lakukan dengan cara-cara berikut:
Untuk menghapus kernel yang lama ini bisa kita lakukan dengan cara-cara berikut:
Sabtu, 18 Desember 2010
Booting Linux Dengan Flashdisk
Bagi Anda-anda yang memiliki netbook atau mini laptop mungkin akan sedikit kerepotan jika ingin mencoba atau mencicipi salah satu dari distro-distro linux yang ada. Iya, repot karena netbook tidak memiliki pembaca cakram (DVD rom atupun cdrom), terlebih lagi jika Anda memang tidak memiliki pembaca cakram eksternal.
Nah salah satu solusi yang bisa kita lakukan adalah mencoba distro linux itu dengan flashdisk. Kita jadikan flashdisk kita sebagai live usb. Maksudnya adalah menjadikan flashdisk usb kita sebagai pengganti dari live cd atau live dvd.
Lalu, apakah susah untuk membuat live usb seperti ini?
Langganan:
Postingan (Atom)




